Nagari Ampalu — Program pemberdayaan ekonomi masyarakat kembali menunjukkan geliat kuat di Kampung Zakat Nagari Ampalu. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lima Puluh Kota bersama Pemda dan Kementerian Agama (Kemenag) melaksanakan penanaman padi serentak sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Bupati Lima Puluh Kota, H. Safni, bersama jajaran pemerintah daerah, pejabat fungsional, Forkopimda, Forkopimca, hingga lembaga amil zakat (LAZ). Ratusan masyarakat Jorong Mangunai juga hadir menyaksikan proses penanaman yang menjadi simbol kuatnya kebangkitan ekonomi berbasis zakat.
Program penanaman padi ini merupakan hasil sinergi nasional yang diinisiasi oleh Kemenag RI bersama berbagai pemangku kepentingan. Melalui pemanfaatan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), kelompok tani Kampung Zakat mendapatkan bantuan berupa benih unggul, pupuk, serta pendampingan teknis untuk mengelola lahan secara produktif dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Bupati H. Safni menyampaikan pesan mendalam tentang nilai zakat dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
“Membayar zakat adalah bentuk syukur kepada Allah. Zakat tidak akan membuat seseorang miskin, justru memperkaya, membersihkan harta, dan menyelamatkan kita dari siksa,” tegasnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk menggunakan produk lokal, seperti songket, batik daerah, serta hasil pertanian nagari sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi masyarakat.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lima Puluh Kota, H. Irwan, menekankan bahwa Kampung Zakat dirancang untuk membebaskan masyarakat dari kefakiran, sekaligus memperkuat iman dan kemandirian ekonomi.
“Kami berharap setelah tiga tahun pendampingan, masyarakat Jorong Mangunai tidak lagi menjadi mustahik, tetapi telah sejahtera dan mampu menunaikan zakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS Lima Puluh Kota, H. Yulius, Ph.D, menjelaskan bahwa Kampung Zakat merupakan program kolaboratif nasional yang menggabungkan penguatan dakwah, ekonomi, dan UMKM.
“Nagari Ampalu menjadi Kampung Zakat pertama di Sumatera Barat yang dikelola secara bersama. Ini langkah besar untuk memperkuat ekonomi umat,” ungkapnya.
Kegiatan penanaman padi serentak ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mendorong kemandirian pangan, memperkuat ekonomi petani, dan menegaskan bahwa zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.





