LIMA PULUH KOTA — Program pemberdayaan ekonomi umat kembali digulirkan di Kampung Zakat Jorong Mangunai, Kenagarian Ampalu. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lima Puluh Kota bersama Kementerian Agama (Kemenag) melaksanakan giat penanaman perdana bibit cabe
Kegiatan ini dihadiri perwakilan BAZNAS, Kemenag, Wali Nagari, Wali Jorong, tokoh masyarakat, serta puluhan warga penerima manfaat. Suasana penuh semangat tampak sejak pagi saat masyarakat mulai menyiapkan lahan secara gotong royong.
Ketua BAZNAS Kabupaten Lima Puluh Kota, Wakil Ketua II Gusri Efendi, S.Pd, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat berbasis pemberdayaan pertanian.
“Program ini kami rancang agar masyarakat bisa mendapatkan penghasilan tambahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Ampalu,” ujarnya.
Penanaman cabe dilakukan dengan pendampingan intensif dari tim BAZNAS, Kemenag, perangkat nagari, serta tokoh masyarakat setempat. Melalui kolaborasi ini, Kampung Zakat di Jorong Mangunai diharapkan menjadi model pengelolaan zakat yang efektif, bukan hanya untuk bantuan sosial, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Program Kampung Zakat ini juga bertujuan mendorong masyarakat agar ke depan tidak lagi menjadi penerima zakat, melainkan meningkat menjadi muzakki yang mampu memberi manfaat bagi sesama.
Dengan sinergi kuat antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat, kegiatan penanaman bibit cabe ini diyakini membawa dampak positif bagi perekonomian warga setempat dan berpotensi menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nagari.





